Rabu, 06 Oktober 2010

INVESTASI TERBAIK DIDUNIA DG TABUNGAN PENSIUN SISTEM APIG

INVESTASI TERBAIK DIDUNIA DG TABUNGAN PENSIUN SISTEM APIG
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keputusan untuk berinvestasi adalah tingkat kembalinya investasi atau Return On Investment (ROI). Biasanya semakin cepat tingkat ROI, semakin tinggi resiko kerugiannya. Sebaliknya, semakin lama semakin rendah resiko kerugiannya. Namun, sebagai investor tentunya berharap menemukan metode investasi yang memiliki ROI cepat dengan resiko yang sangat rendah. Lalu adakah kita temukan?
Di kalangan masyarakat masih banyak yang tidak memahami makna investasi yang sesungguhnya. Disangkanya bahwa berinvestasi itu membutuhkan banyak uang. Padahal menabung adalah bagian dari investasi untuk masa depan. Walaupun jika kita lihat secara pembagian hasil (bunga bank) tidak akan mungkin kita menerima hasil lebih besar daripada simpanan kita dalam waktu singkat. Misalnya, kita deposito 21 juta ke bank dengan suku bunga deposito 6% per bulan, maka membutuhkan 12 bulan kontrak untuk bisa mendapatkan hasil 21 juta. (itupun dengan asumsi uang hasil deposito tidak kita ambil, langsung kita tambahkan lagi ke deposito kita. Jika kita ambil setiap tahunnya, maka membutuhkan masa kontrak 17 bulan).
Makanya dengan perbandingan seperti ini, sektor riil (usaha nyata, seperti dagang, industri, dll) menjadi urutan pertama jika kita mau berinvestasi. Namun kendalanya adalah dengan kondisi ekonomi yang belum membaik, tingginya persaingan, dan rendahnya kemampuan pengelolaan dunia usaha menjadikan usaha di sektor riil juga banyak yang terpuruk. Alhasil, modal tidak kembali, bahkan rugi! Karena itulah bagi mereka yang tidak mau beresiko pasti mengambil langkah deposito walaupun lama tetapi aman dan pasti.
Lalu, munculah reksadana yang menjanjikan hasil lebih besar dibanding deposito (dana kita dialokasikan kepada saham perusahaan yang maju dan berkembang). Namun demikian tingkat resiko berbanding lurus dengan kecepatan kembalinya modal, yaitu semakin cepat semakin beresiko. Karena itulah muncul lembaga pengelola keuangan yang akan membantu siapa yang mau mengalokasikan dananya kepada investasi, seperti PT. Danareksa, Jakarta Islamic Indeks, dan lain-lain yang tergabung di Bursa Efek Jakarta.
Semua ini adalah investasi terhadap harta kita supaya bisa berkembang menjadi lebih besar di kemudian hari. Namun ada yang terlupakan, bahwa sesungguhnya asset yang paling berharga adalah si investor itu sendiri. Karena itulah muncul perlindungan (asuransi) yang di hubungkan dengan investasi saham dan lain sebagainya. Tujuannya adalah membuat hidupnya lebih terjaga dan aman dari kemiskinan. Banyak sekali produk yang ditawarkan berkenaan dengan asuransi link seperti ini.
Saya lebih menyarankan investasi yang menentramkan, yaitu investasi yang aman, jelas, dan ada perlindungan di dalamnya. Tapi dengan tingkat ROI yang cepat!!!
Nah, di bawah ini ada grafik perbandingan penghasilan dari deposito dengan modal awal 21 juta berbanding tabungan investasi APIG dengan modal 350 ribu per bulan selama 5 tahun.
grafik-apig-vs-deposito
Bpk A mendepositokan uangnya 21 juta ke Bank. Dengan kontrak 1 bulan dan suku bunga 6%. Ia selalu memperpanjang kontraknya selama 12 bulan ke depan. Setiap bulan ia mendapatkan bagi hasil Rp.1.260.000 dan langsung di tambahkan ke dalam deposito pada bulan berikutnya. Selama 12 bulan ia memperoleh penghasilan 21 juta lebih.
Bpk B adalah seorang petani yang hanya bisa menyisihkan uangnya perbulan 350 ribu. Ia mengambil program investasi tabungan pensiun flexter yang ada proteksinya. Karena ia faham bahwa jika mengandalkan penghasilannya saat ini, tidak mungkin bisa menghidupi keluarga jika ajal menjemput tak kenal permisi. Dengan asumsi peningkatan level setiap bulan hanya 1 level saja, alhasil sejak bulan ke 7 setelah ia membuka account tabungan investasi, ia sudah tidak mengeluarkan uang lagi untuk tabungan investasi, karena hasil investasinya bisa untuk membayar kewajibannya setiap bulan. Dan pada bulan ke 9 total hasil deviden APIG-nya mencapai Rp. 6.060.000 dari total uang yang diinvestasikan adalah Rp. 3.150.000. Pada bulan ke 12, total deviden APIG yang diperolehnya mencapai 49 juta. Dan seterusnya pada bulan-bulan berikutnya angkanya semakin besar sejalan dengan banyaknya orang yang mengikuti jejak langkah Bpk B yang pintar walaupun hanya seorang petani.
Tabel penghasilan dapat dilihat berikut :
tabel-penghasilan
Tabel di atas hanya asumsi 1 level terpenuhi dalam setiap bulan. Bagaimana jika di awal bulan saja seperti ini (terbentuk 6 level):
apig-juni
Kemudian ketika top up para investor di awal Juli bertambah 1 level, yaitu level ke 7 : (bukan akhir Juli ya..)
apig-awal-juli
Total nodes yang dimiliki (Juni + awal Juli) adalah 504 + 512 = 1.016 nodes. Maka Bonus yang diterimanya adalah 1.016 x 500 = Rp. 508.000. Padahal ia menabung baru dua kali, Juni 350 ribu dan Top Up Juli 350 ribu.
Kuncinya adalah "Seberapa besar kita percaya kepada system yang baru pertama kali di dunia ini? Kemudian seberapa cepat kita take action untuk mengambil peluang ini!"
Semoga dengan system ini bisa mengangkat derajat bangsa Indonesia dari keterpurukan ekonomi. Bismillah!!!
Wallahu A'lam Bisshowab

Minggu, 03 Oktober 2010

Lebah dan Laba-laba

Sahabat, artikel ini semoga bisa menjadi wacana bagaimana cara menjalankan bisnis personal franchise yang benar sesuai dengan kaidah bisnis dan tentunya Agama sebagai standar dari segala aktivitas hidup. Sepanjang pengalaman saya mendalami dunia personal franchise banyak orang menjalankannya dengan metode yang salah dan keliru. Paling tidak begitulah pada akhirnya tidak bisa bertahan dan gugur. Walaupun kenyataannya ada juga yang mendapatkan hasil yang besar loh, tapi ya ada juga yang rugi dengan pola yang dilakukannya.

Pola pertama yang saya temui adalah type member yang join hanya karena melihat kesuksesan leader yang telah berhasil tanpa melihat usaha dan kerja yang telah dilakukannya. Kekuatan mereka sangat rapuh, bisnis yang dibangunnya bagaikan laba-laba yang membangun rumahnya hanya sebagai jejaring mangsa. Gampang rusak dan terombang-ambing walaupun oleh tiupan angin! Tidak heran mereka hanya bisa bertahan hanya dalam hitungan bulan, laba-labaselanjutnya entah kemana (pindah lagi dan membangun dengan pola yang sama!). Upayanya menggapai impian sangat lemah, kadang tidak yakin dengan kekuatan Allah SWT yang Maha Kaya. Mereka cepat putus asa, dan segera mencari lagi yang baru untuk memasang perangkap baru. Alasan utamanya adalah masalah perut, jika sudah tidak dianggap menguntungkan maka mereka akan pergi meninggalkan. Inilah yang terjadi jika kita menyikapi bisnis hanya diukur dari segi materi (uang) saja.

Namun, sepanjang karir saya di dunia personal franchise, masih ada yang menjalankannya dengan pola kerjasama yang baik. Bagaikan lebah yang membangun rumahnya atas dasar kebersamaan. Bangunan bisnis yang dibangun atas dasar ini sangat kuat, walaupun mereka satu bangunan tapi tiap-tiap lebah memiliki ruang masing-masing. Saya menyebutnya dengan hujarat (kamar-kamar) walaupun istilah umumnya adalah no cross linning. Mereka bekerja sesuai dengan posisi dan fungsinya masing-masing namun saling bekerja sama. Ada lebah pejantan, pekerja, pencari madu, dan ada pula lebah ratu, namun dalam lingkup kebersamaan yang saya sebut jama'ah ber-shof-shof (berbaris saling beriringan) dalam muatan istilah umumnya good team player. Hebatnya lagi mereka saling melindungi satu sama lainnya, istilah saya adalah ta'awun (tolong-menolong) dalam istilah umum edifikasi. Dan mereka selalu berkomunikasi kepada lebah ratu untuk menghubungkan satu lebah dengan lainnya, istilah saya adalah Shilah (hubungan komunikasi) dalam istilah umumnya adalah konsultasi.
Masing-masing rumah lebah memiliki cadangan makanannya sehari-hari sebagai rizqi (madu), ada makanan sebagai hak untuk sang ratu lebah (royal jelly), bahkan ada pula untuk anak lebah (bipolen). Bahkan hebatnya bangunan rumah mereka dilindungi oleh zat yang tidak pernah kadaluarsa sebagai pelindung untuk masa depan semua cadangan makanan lainnya, yaitu anti bakteri, virus, dan kuman (propolis).sarang-lebah
Bahkan saking taatnya sang lebah kepada Allah SWT, hingga lebah mengukirkan Asma Allah dalam sarangnya.
ayat-lebah
Mereka diperintah menjadikan bukit (saling bersusun rapih), pohon (memiliki akar, batang dan buah), dan rumah manusia (pondasi, dinding, dan atap) sebagai rumah mereka. Subhanallah, pola bangunan yang sangat kuat!
Kemudian cara mereka mencari makanan (rizqi) tidak sembarangan, dari sari bunga yang terpilih (tidak semua dimakan, hanya yang terpilih saja). Dan menempuh jalan yang Allah SWT mudahkan dengan system alamiah. Dengan demikian keluarlah rizqi yang bisa menyembuhkan segala penyakit (penyakit yang menyebabkan manusia sakit).
Nah, sahabat..hari ini kita belajar dari dua makhluq yang sama-sama tertera sebagai nama dari surat dalam kitab Al-Quran yang suci. Semoga ini menjadi wacana perbaikan untuk membangun bisnis yang benar sebagaimana lebah.

Business With People

Membangun bisnis personal franchise (waralaba pribadi) adalah seni membangun emosional para pemegang franchise untuk tetap menjalankan bisnisnya sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh support system. Ketidaksabaran menyebabkan banyak diantara kita mengharapkan cara terpintas dan tercepat untuk menggapai sukses, padahal tidak ada cara pintas kecuali hanya dengan langkah yang sudah teruji berpuluh-puluh tahun, yaitu 8 langkah sukses.
Berbeda dengan negara-negara maju yang memahami bahwa bisnis personal franchise adalah salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan. Di negara Indonesia masih sangat banyak yang memandang remeh bahkan tidak sedikit mencibir ketika ditawarkan bisnis personal franchise.

Tidak ubahnya merubah akidah jahiliyah (kebodohan), dibutuhkan tahapan proses dengan cara yang benar. Sebagaimana Rosulullah SAW menjalankan misinya dengan tahap sebagai berikut :

1. Tahap sembunyi-sembunyi

Tahap ini dilalui untuk menghindari konflik secara langsung dari masyarakat yang jelas-jelas menolak cara berpikir akidah tauhid. Rosulullah SAW melalui tahap ini dengan melakukan dakwahnya secara diam-diam, yakni beliau memulai dari keluarga, kerabat dekat, dan orang-orang yang beliau percaya bisa menerima seruannya. Dan rumah yang dijadikan sebagai tempat pertemuan adalah rumah sahabat al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi.
Sudah sepatutnya kita belajar dan meniru apa yang telah dilakukan Rosulullah SAW. Dalam menjalankan bisnis inipun demikian pula, mulailah dari orang-orang terdekat kita yang bisa kita percaya. Kemudian segeralah untuk menentukan tempat pertemuan yang rutin, yaitu rumah kita atau rumah sahabat kita yang bisa dijadikan sebagai tempat presentasi home meeting. Mulailah menjalankan bisnis dari rumah kita!
2. Tahap terang-terangan
Tahap ini dilakukan setelah 3 tahun lamanya menjalankan dakwahnya dengan diam-diam. Tahukah Anda berapa sahabat yang beriman kepadanya? Tidak lebih dari 39 orang saja! Kendatipun demikian Allah SWT memberikan perintah untuk berdakwah secara terang-terangan. Selama sebulan beliau tidak keluar rumah semenjak menerima perintah itu. Sampai-sampai dikira sakit oleh famili beliau. Setelah Abu Tholib datang menjenguk (karena disangka sakit) maka Rosulullah menjelaskan hal ihwal yang menyebabkan tidak keluar rumah selama sebulan, yaitu diperintah Allah SWT untuk menyampaikan dakwahnya kepada sanak keluarga dan saudara-saudaranya secara terbuka. Keraguan muncul di hatinya, sebab pengikutnya belum cukup kuat untuk menerima perintah ini. Namun Abu Thalib memberikan sokongan untuk mempersilahkan Rosulullah SAW melakukan pertemuan secara terbuka dengan cara mengundang sanak keluarga dan kerabat untuk dikumpulkan di tempat umum.
Begitulah semestinya, setelah kita memiliki mitra bisnis terpercaya maka langkah selanjutnya adalah merencanakan untuk mengadakan pertemuan terbuka melalui GBO (Global Business Opportunity) dengan cara mengundang sanak keluarga masing-masing untuk berkumpul di suatu tempat. Namun yang perlu dicatat adalah pertemuan GBO bisa dilakukan setelah kita memiliki group bisnis sejumlah 40 mitra yang akan mengundang masing-masing sanak keluarganya. Katakan jika masing-masing hanya bisa mengajak 1 orang saja, maka akan terkumpul 80 orang dalam pertemuan.
3. Tahap hijrah
Hijrah adalah perintah Allah SWT kepada Rosulullah untuk menyampaikan dakwahnya lebih luas. Ada dua fase hijrah, fase pertama yaitu hijrah ke Habsy untuk menyelamatkan kaum muslimin dari kecaman dan siksaan kafir Quraisy. Sesampainya di Habsy kaum muslimin melakukan dakwah, namun tidak banyak yang beriman. Fase ke dua yaitu hijrah ke Madinah. Tahap hijrah ke Madinah dilakukan karena diawali ketika Rosulullah melakukan dakwah di Mekkah banyak sekali bertemu dengan para pedagang dari luar kota yang beliau ajak masuk Islam. Al-kisah pada suatu malam Rosulullah SAW berada di bukit Aqobah, Mina. Di tempat tersebut beliau bertemu dengan serombongan orang dari Yatsrib (Madinah) sebanyak enam orang. Mula-mula Rosulullah SAW menyapa dan mengajukan pertanyaan, lalu mereka menjawabnya dengan baik. Selanjutnya beliau memperkenalkan diri kepada mereka, dan merekapun memperkenalkan diri kepada beliau. Sesudah itu beliau menanyakan keadaan bangsa mereka di kota Yatsrib, dan beliau mengajak mereka untuk duduk bersama-sama dan bercakap-cakap. Merekapun menerima ajakan beliau. Sesudah beliau dan mereka saling bercakap-cakap dan bertanya-tanya, kemudian Rosulullah SAW mengajak mereka pergi ke tempat yang sunyi, sedikit lebih jauh dari penglihatan orang. Kemudian beliau berseru kepada mereka, dan membacakan ayat-ayat al-Quran. Dengan segera mereka tertarik dan mengerti segala apa yang Rosulullah SAW sampaikan, dan mereka percaya kepada apa yang beliau bacakan. Setelah itu, enam orang tersebut diajak Rosulullah ke tempat yang lebih sunyi dan tak tampak oleh orang kebanyakan di kaki bukit Aqobah. Kemudian mereka saling berunding sendiri, dan masing-masing menyatakan percaya dengan sungguh-sungguh terutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah. Kemudian Rosulullah menasehati mereka untuk bersatu, se-iya sekata, tolong-menolong, bantu-membantu, untuk mengembangkan seruan beliau, menyiarkan Islam.
Setelah ke-enam orang tersebut kembali ke Madinah, mereka lalu menyiarkan keislamannya kepada sekalian penduduk yang ada di sana dan menyampaikan berita sebagaimana yang mereka dengar dari Rosulullah SAW. Oleh karenanya di kota Yatsrib (Madinah) nama Nabi Muhammad SAW menjadi terkenal di kalangan penduduk Madinah, padahal Rosulullah SAW belum pernah datang ke sana.
Nah sahabatku, ketika Anda membaca artikel ini bisa jadi persis sebagaimana yang Anda rasakan, yaitu pada tahap hijrah adalah akibat bertemunya kita dengan beberapa orang yang tidak kita kenal sebelumnya, namun mereka mau menjadi partner bisnis kita. Kemudian mereka juga melakukan pengembangan di daerahnya. Hijrahlah jika kita sudah tidak bisa diterima di tempat asal kita. Bukankah bumi Allah itu luas? Maka bertebaranlah di muka bumi, dan kuasai bumi ini!

Belajarlah dari sirah (sejarah) kehidupannya yang tidak akan habis dan terus menginspirasi siapapun yang mau belajar. Karena bisnis personal franchise mengandalkan hubungan timbal balik sesama manusia, mengutamakan kepercayaan, dan menjadikan duplikasi sebagai kunci kesuksesan maka sangat dianjurkan untuk semakin sering membaca perjalanan hidupnya.
Wallahu A’lam Bisshowab.

Be Businessman

 Be Businessman
Artikel ini saya tulis sepulang dari seminar pemberdayaan ummat di kantor kelurahan Porisgaga, Tangerang. Terinspirasi dari kesungguhan masyarakat dalam menggapai masa depan lebih baik dan memilih menjadi pengusaha personal franchise di tengah kesulitan mencari lapangan pekerjaan.
Kesungguhan mereka harus dipetakan dengan jelas dalam bentuk tahap-tahap proses pencapaian menjadi pengusaha besar, bahkan investor.

Tahap pertama : (E) Employee

Tidak banyak yang faham, bahwa menjadi seorang pengusaha pada awalnya harus bekerja dengan ekstra keras. Bisa jadi lebih rajin daripada karyawan pada umumnya. Tahap ini adalah basic dari segala aktivitas kita, mereka yang telah sukses merasakan bahwa tahap menjadi employee adalah tahap terberat. Bahkan saya melakukannya hingga overload, yaitu melebihi kebiasaan karyawan pada umumnya. Mereka hanya berangkat pagi pulang petang, sementara saya berangkat pagi, pergi malam! Hampir sangat jarang berada di rumah. Memang benar, di tahap ini kita harus kerja ekstra keras!
Bagaikan memiliki perusahaan besar, itulah sikap yang tepat jika kita ingin sukses sebagai pengusaha personal franchise. Di tahap ini perusahaan yang Anda miliki tidak bisa langsung berproses produksi, namun diperlukan persiapan yang matang agar proses produksi berjalan dengan baik, diantaranya adalah mempersiapkan bahan baku. Jika proses produksi adalah presentasi, maka bahan bakunya adalah daftar nama. Apa yang akan kita proses jika tidak ada bahan baku? So..pembuatan daftar nama menjadi penentu keberhasilan presentasi kita.
Buatlah dengan data yang lengkap (Nama, Alamat, dan No. Telp.) kemudian klasifikasikan dengan metode FAST, yaitu :
  • Financial, tingkat keuangan : 1=kurang; 2=sedang; 3=lebih. Bisa langsung beri nilai tanpa harus ketemu dengan orangnya.
  • Ambisi, tingkat ambisi dalam usaha : 1=kurang; 2=sedang; 3=lebih. Jangan langsung beri nilai sebelum bertemu dan berbincang bisnis dengannya. Setelah itu, silahkan Anda beri nilai!
  • Social, tingkat status sosial masyarakat : 1=biasa; 2=cukup terpandang; 3=sangat terpandang. Nilai ini bisa Anda langsung berikan sesuai apa yang Anda kenal tentang dia.
  • Teachable, tingkat kemauannya dalam belajar : 1=jelek; 2=biasa; 3=bagus. Ini menentukan seberapa besar responnya terhadap bisnis yang Anda tawarkan. Jangan beri nilai sebelum Anda bertemu dengannya.
  • Klasifikasi berdasarkan nilai, semakin tinggi itulah yang terbaik untuk bahan baku kita. Misalnya Amir (F=3; A=3; S=2; T=3) Total nilai = 11.
Tahap persiapan berikutnya adalah mengangkut bahan baku menuju tempat proses produksi, dalam hal ini adalah mengundang atau menetapkan janji temu dengan mereka yang telah tertulis di daftar nama kita. Hati-hatilah dalam tahap ini, sebab jika salah pengangkutan bisa menyebabkan kerusakan bahan baku.
Setelah bahan baku terangkut, segera lakukan proses produksi dengan alat bantu yang tepat. Manfaatkan CD, VCD, Brochure, dan lain-lain yang cyrcle-of-presentasibisa memudahkan proses presentasi.
Goal dalam presentasi bukanlah join, tapi menemukan jadwal pertemuan berikutnya untuk masuk dalam tahap follow up. Jangan paksakan untuk join saat itu juga, hal ini bisa menyebabkan produk cacat (reject). Segera manfaatkan alat bantu pertemuan GBO untuk memudahkan proses selanjutnya. Jangan remehkan pertemuan, karena itulah mesin produksi Anda. Dengan pertemuan kita bisa kembali bersemangat dan banyak belajar dari mereka yang telah sukses.
Tapi jangan lupa, proses produksi akan terus berjalan jika memiliki bahan bakar yang cukup. Dan bahan bakarnya dalam hal ini adalah Impian kita. Selama kita masih memiliki Impian yang benar, maka sikap kita terhadap bisnis akan tetap benar. Hingga pada gilirannya proses produksi selalu bisa dilakukan. Namun jika bahan bakarnya telah habis, maka habis pula energi kita untuk melakukan proses produksi! Lakukan tahap ini hingga menjadi kebiasaan (core), ketika proses produksi Anda semakin baik, maka hasil produksi semakin banyak dan pada gilirannya menghantarkan Anda pada tahap Self Employee.

Tahap Kedua : (S) Self Employee

Di tahap ini, Anda bagaikan seorang artis atau profesional yang dibutuhkan banyak orang. Anda akan diundang ke berbagai tempat untuk membantu member-member baru. Pola yang digunakan adalah kerja sama, win-win solution. Bekerjasamalah dengan mereka, bantu mereka dengan segudang pengalaman Anda setelah melewati tahap Employee. Namun hati-hati pada tahap ini ada jebakan manajemen, yaitu perfectionism, sebuah jebakan dimana Anda dianggap sempurna dan tidak bisa diduplikasikan oleh member. Jika member merasa tergantung kepada Anda, maka jebakan itu telah terjadi.
Selain itu juga ada jebakan leader, dimana Anda merasa menjadi seorang leader dan tidak mau lagi melakukan kebiasaan awal. Bukan berarti seorang leader hanya duduk diam tanpa kerja, dan membiarkan yang lain kerja untuk Anda. Jika demikian, maka tunggu kehancurannya. Tahap ini belum memberikan ruang kepada kita untuk freedom, masih banyak yang harus kita lakukan yaitu menjaga perusahaan Anda tetap terkendali. Maka bekerja samalah dengan mereka untuk kesuksesan bersama.
Langkah untuk menghindari jebakan-jebakan ini adalah dengan cara mendupilkasikan alat bantu (CD, Buku Positip, dan Pertemuan) yang akan mengajarkan kepada mereka langkah-langkah mudah dan praktis. Nah untungnya ada website banghaq.com yang memungkinkan kita bisa banyak belajar. Ajak mereka untuk berlangganan CD dan selalu early bird dalam setiap pertemuan. Kunci keberhasilan Anda pada tahap ini adalah seberapa banyak member yang bekerja menggunakan system. Sehingga menghantarkan Anda menuju tahap berikutnya, yaitu Business Owner.

Tahap Ketiga : Pindah ke kuadran kanan, (B) Business Owner

Inilah tahap yang menjadikan kita bisa memiliki penghasilan dari perkembangan usaha. Sebuah penghasilan besar yang masih bertumpu kepada active income belum menuju passive income. Sebab masih dibutuhkan keterlibatan Anda dalam perkembangan usaha. Namun dengan pola kerja cerdas, yaitu pola kerja yang memanfaatkan system sebagai alat bantu Anda. Tugas kita mempromosikan system ini dengan terus-menerus di setiap pertemuan besar. Artinya, pada tahap ini Anda menjadi bagian dari system itu sendiri melalui CD Anda yang penuh inspirasi, melalui pertemuan yang menempatkan Anda sebagai pembicara, atau bahkan pelatihan leadership yang Anda adakan.
Kosentrasi Anda pada tahap ini berada pada support system yang secara menyeluruh akan menjaga bisnis yang Anda bangun tetap berkembang.
Hati-hati ada jebakan yang membuat kita terlena, yaitu penghasilan active income yang menipu kita seolah telah freedom. Pada tahap ini Anda belum freedom, masih ada tugas lainnya yaitu menciptakan passive income.
Maka benarlah, pada tahap ini Anda akan selalu berteriak “Be Core...Be Good Team Players..!”. Bagaikan sebuah komando dari seorang Director, dimana Anda bisa melihat seberapa benar jalan yang ditempuh oleh seluruh organisasi penggerak bisnis Anda.
Kunci dari keberhasilan Anda di tahap ini adalah seberapa banyak member Anda yang Core dan mau bekerja dengan Good Team Players. Itulah sebuah goal yang harus Anda capai untuk bisa menghantarkan Anda menjadi seorang Investor!

Tahap Ke-empat : (I) Investor

Tahap inilah dambaan setiap pelaku bisnis, yaitu menjadi freedom atau bebas kerja. Dimana penghasilan dari passive income kita telah cukup memenuhi segala kebutuhan hidup sesuai yang kita kehendaki tanpa harus bekerja sedikitpun. Tahap ini bisa Anda dapatkan dengan dua cara :
  1. Penghasilan dari active income diinvestasikan ke dalam asset yang menguntungkan seperti property (rumah kontrakan, kos-kosan, tanah produktif, dll), comodity (hasil bumi, emas, perak), ataupun obligasi (saham, reksadana, deposito). Biarkan asset Anda inilah yang akan memberikan penghasilan besar kepada Anda. Sebagaimana salah satunya adalah cara cerdas beternak emas!
  2. Murni dari penggunaan produk di jaringan bisnis Anda. Inilah tujuan dari bisnis personal franchise, yaitu bagaikan pohon yang Anda tanam dan memberikan buahnya setiap musim tanpa henti. Kondisi ini bisa kita capai jika setiap member sangat memahami makna bisnis personal franchise, yaitu memanfaatkan segala fasilitas dan menjadi 100% product user.
Nah sahabatku, bukankah jalannya telah terbuka untuk kita? Dan kita sudah berada di dalamnya tergantung seberapa kuat kita memiiki impian untuk terus bertahan dan berjuang menggapai impian kita. Ikuti tahap prosesnya, lakukan dengan benar, jadikan Sholat dan Sabar sebagai penolong. Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.

INFO ARTIKEL VIA HP/SMS 03191233957